Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

MALAIKAT PENJAGA SEKALIGUS PINTU SURGA

 " MALAIKAT PENJAGA" Suatu hari ada seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia. Sang bayi bertanya kepada Tuhan “Para Malaikat mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?” Tuhan menjawab “Saya telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.” Sang bayi berkata “Tapi disini..,di surga…..yang saya lakukan hanya bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.” Tuhan menjawab lagi “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia.” Sang bayi bertanya lagi, “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka?” Tuhan menjawab “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkan bagaimana kamu berbicara.” “Saya mendengar di bumi banyak ora...

KISAH BAHLUL DAN KHALIFAH HARUN AR-RASYID

" KISAH BAHLUL DAN KHALIFAH HARUN AR-RASYID " Siapa yang tidak kenal dengan istilah “bahlul”? Istilah yang sangat populer dan seringkali diselipkan saat bercanda, mengejek atau menertawakan orang lain. "Ente bahlul, bahlul parah ente!", yang artinya ente bodoh.Namun, siapa sangka, ternyata istilah populer ini sebenarnya diambil dari kisah nyata seorang tokoh yang amat fenomenal. Dia adalah Bahlul, seorang ulama sufi yang dianggap gila oleh masyarakat pada zamannya. Ia hidup pada zaman khilafah Abbasiyah. Tepatnya saat Khalifah Harun Ar-Rasyid berkuasa. Dikutip dari Kitab Uqala al-Majanin (kebijaksanaan orang-orang gila) diceritakan bahwa suatu ketika di tengah perjalanan, Khalifah Harun Ar-Rasyid bertemu dengan Bahlul. Bahlul yang dianggap gila itu kebetulan sedang duduk merenung di atas kuburan. Sang Khalifah pun mendekat dan mengawali pembicaraan dengan nada sedikit mengejek. "Hai Bahlul, hai orang gila. Kapan kau sembuh dan bisa berfikir dengan benar?" ...
Kisah Renungan : "JANGAN PERNAH REMEHKAN KEBAIKAN SEKECIL APAPUN" Ketika sore sepulang kerja seorang suami melihat isteri yang tertidur pulas karena kecapekan bekerja seharian di rumah. Sang suami mencium kening isterinya dan bertanya, ‘Bunda, udah shalat Ashar belum?’ Isterinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami, ‘sudah yah.’ Isterinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu isterinya memasak kesukaan sang suami. ‘Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah.’ Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya. Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Isterinya bertanya, ‘Ayah, kenapa suka makan kepala ayam padahal aku sama anak-anak paling tidak suka ama kepala ayam.’ Suaminya menjawab, ‘Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka ayah suka makan kepala ayam supaya isteriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak.’ Mendengar jawaban sang suami, terlihat butir-butir mutiara ...

Kisah Abdul Gofar dengan seekor anjing

" KISAH ABDUL GOFAR DENGAN SEEKOR ANJING " Suatu ketika, dalam satu perjalanan, Abdul Ghoffar berpapasan dengan seekor anjing lusuh bermata empat dan begitu mengerikan. Melihat hal aneh dan jarang beliau temui ini, beliau bergumam; “Wah, anjing ini begitu jelek.” Sepertinya si anjing mendengar gumaman beliau, dia terus memandangi manusia di hadapannya itu dengan tatapan sinis. Sejurus kemudian, saat beliau hendak berlalu, tanpa diduga, si anjing menyeru; “Hai Abdul Ghoffar! Siapa yang kau cela tadi? Ukirannya ataukah Pengukirnya??!” Sang Nabi terkejut mendengar hardikan itu. Tanpa menunggu jawaban, si anjing melanjutkan; “Jika yang kau cela adalah ukirannya, yakni aku, maka ketahuilah bahwa aku tak pernah meminta untuk diciptakan menjadi anjing seperti ini! Dan jika yang kau cela adalah Sang Pengukir, maka ketahuilah bahwa Dia melakukan apa yang Ia kehendaki dan tidak satu cela pun Ia punyai, ingat itu!” Belum sempat Abdul Ghoffar berkata-kata, si anjing berlalu begitu saja, ...

Sekilas Mengenal 5W 1H

5W1H merupakan pokok-pokok dalam Teks Berita yang menjadi inti informasi dari penyusunan naskah. 5W1H atau disebut juga dengan istilah “adiksimba” adalah unsur yang digunakan untuk memahami inti sebuah berita atau juga untuk menentukan suatu pokok berita. Suatu berita dapat dikatakan baik jika dapat menjawab unsur-unsur yang terdapat dalam 5W+1H . Unsur-unsur dalam 5W1H sendiri meliputi: What (apa) Where (dimana) When (kapan) Who (siapa) Why (mengapa) How (bagaimana) Dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan penghapalan ke 6 unsur ini maka dikenal singkatan ADIKSIMBA yang merupakan kependekan dari “Apa DImana Kapan SIapa Mengapa BAgaimana. What: Peristiwa apa yang terjadi ? Where: Dimana peristiwa tersebut terjadi ? When : Kapan peristiwa terjadi ? Who : Siapa yang terlibat ? Why : Mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi ? How : Bagaimana proses kejadiannya ? 5W1H pada umumnya digunakan untuk mengembangkan suatu ide cerita baik itu berita, cerita fiksi dan cerita apa saja. Penggunaan un...

Kisah Inspiratif, Memeti Hikmah pada KENTANG TELUR DAN BIJI KOPI

Kisah Inspiratif : KENTANG, TELUR DAN BIJI KOPI Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan yang mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya sengsara dan bahwa dia tidak tahu bagaimana dia akan berhasil. Dia lelah berjuang dan berjuang sepanjang waktu.Tampaknya hanya salah satu dari masalahnya yang dapat ia selesaikan, kemudian masalah yang lainnya segera menyusul untuk dapat diselesaikan. Ayahnya yang juga seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas api yang besar. Setelah tiga panci tersebut mulai mendidih, ia memasukkan beberapa kentang ke dalam sebuah panci, beberapa telur di panci kedua, dan beberapa biji kopi di panci ketiga. Kemudian ia duduk dan membiarkan ketiga panci tersebut di atas kompor agar mendidih, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun kepada putrinya. Putrinya mengeluh dan tidak sabar menunggu, bertanya-tanya apa yang telah ayahnya lakukan. Setelah dua puluh menit, ia mematikan kompor tersebut. Ia mengambil kentang dari panci d...

Kisah inspiratif : "ANTARA KEKAYAAN, KESUKSESAN DAN KASIH SAYANG

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?” Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”. “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami sem...

Situs Keramat Gunung Munara

Gambar
  Gunung Munara Rumpin terletak di Kampung Sawah, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gunung ini ternyata menyimpan banyak misteri dan juga petilasan atau peninggalan sejarah, mulai dari Batu Tapak si Kabayan, Goa Bung Karno, Pentilasan Sultan Hasanudin, Goa Batu Belah dan juga Batu Menara Adzan yang sampai sekarang masih ramai didatangi warga dari berbagai kalangan sebagai tempat berziarah. Dibalik keindahannya, Gunung Munara dipercayai oleh masyarakat setempat sebagai tempat bertapanya Si Kabayan. Seorang lelaki di tanah Pasundan (sekarang Jawa Barat) yang terkenal sangat pemalas, bodoh, tapi anehnya dia cerdik dan mempunyai banyak akal. Selain itu, di Gunung Munara juga ditemukan jejak telapak kaki dengan ukuran besar yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai telapak kaki Si Kabayan. Selain petilasan Si Kabayan, di jalur pendakian Gunung Munara juga terdapat goa, yang lagi-lagi menurut cerita masyarakat sekitar, merupakan goa pertapaan Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno. M...

KEINDAHAN CURUG CIKARACAK BOGOR

Gambar
  Curug Cikaracak terletak di kawasan taman nasional Gunung Gede-Pangrango, tepatnya di Kampung Cibeling, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Lokasinya cukup tersembunyi di antara lembah dan rimbunnya pepohonan. Curug Cikaracak sangat cocok bagi yang menyukai trekking ataupun yang suka berpetualang.Curug Cikaracak memiliki landscape yang lengkap (yang diapit oleh dua tebing) mulai dari sawah, sungai, kebun, hutan, semak-semak, dan tentunya curug. Kekurangannya hanya ketiadaan lahan parkir, sehingga hanya bisa memarkirkan kendaraan di halaman rumah warga. Dari tempat parkir perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 2,5 km melewati jalan setapak di pinggir persawahan, ladang, sungai kecil, hutan kecil yang cukup rimbun. Sebelum sampai ke curug ini, setiap pengunjung akan menyeberangi beberapa sungai kecil dengan batuan yang bervariasi yang merupakan aliran dari Curug Cikaracak. Air terjun utama memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan air terjun kecil d...

MISTERI GOA JODOH PULAU KUNTI

Gambar
Sejak penetapan status masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGG) tahun 2018, hamparan kawasan Pulau Kunti menjadi salah satu daya tarik wisata selain air terjun, pesawahan, rimba dan kekayaan alam lainnya di kawasan itu. Pulau Kunti berlokasi di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pemandangan yang ditawarkan pun tidak main-main. Pasir putih disertai pemandangan laut yang hijau nan bersih mampu menyegarkan pikiran. Pulau dengan nama unik di kawasan tersebut menyimpan banyak misteri. Salah satunya Gua Jodoh dan adanya tawa kuntilanak. Suara tawa itu tidak setiap saat terdengar. Hanya saat badai atau ketinggian air pasang gelombang di perairan mencapai 4 hingga 5 meter. Gelombang yang menghantam deretan batuan lava di Pulau Kunti menghasilkan gema mirip kuntilanak tertawa. Pulau Kunti terbentuk dari deretan bekas lava gunung api di masa lampau. Pulau yang tersebut hanya merupakan deretan batuan konglomerat atau disebut batuan melan yang tereduksi, ...